Jadi Jawara Liga Champions, Bale Akan Rubah Gaya Rambut

Pemain termahan dunia sekaligus bintang Real Madrid, Gareth Bale sangat antusias menyambut partai final Liga Champions 2015/16. Dia juga mengaku amat ingin memenangkan trofi Liga tertinggi benua Eropa itu untuk kedua kali nya bersama Los Blancos.

Adapun pemain andalan Wales ini diperkirakan akan turun sebagai line up di pertandingan final melawan Atletico Madrid, seiring usaha tim garapan Zinedine Zidane untuk memenangkan trofi Liga Champions mereka yang ke-11 sekaligus menjadikan EL Real sebagai klub terbaik sepanjang sejarah.

Telah menjadi hal yang luar biasa ketika pemain berusia 26 tahun ini menjadi pemain termahal sejagat, ketika datang ke Santiago Bernabeu di musim panas 2013. Lantas sang pemain sudah tidak sabar ingin mengeluarkan aksi terbaik nya sehingga bisa membawa pulang piala berkuping lebar tersebut.

Andai Bale bisa memberikan gelar juara kepada Madrid, maka dia memiliki nazar untuk mengorbankan ‘kuncir kuda’ yang selama ini menghiasi gaya rambutnya. Dengan kata lain, Bale siap merubah penampilan gaya rambut nya di musim 2016/17.

“Jelas untuk Liga Champions? Mungkin, namun yang harus saya lakukan adalah meraih kemenangan!” ungkap Bale kepada media, ketika ditanya apakah dia bersedia mencukur rambutnya jika tim menjadi juara.

Sementara itu, Real Madrid bakal bermain tanpa Raphael Varane yang mengalami cedera hamstring ketika berlatih awal pekan ini. Kehilangan satu pemain belakang tidak menjadi masalah bagi kubu Zidane, pasal nya pemain lain macam Pepe siap menggantikan posisi pemain timnas Prancis tersebut.

Lain hal nya dengan Atletico Madrid, diketahui anak asuh Diego Simeone akan tampil habis-habisan dalam ambisi besar membalas kekalahan mereka ketika bertemu di partai final Liga Champions musim 2013/14.

Pertandingan final itu sendiri akan digelar pada tanggal 29 Mei 2016 di Stadion San Siro, Milan.

Polisi Inggris Ikut Bantu Amankan Euro 2016

Euro 2016 kali ini benar-benar akan menghadirkan beberapa pertandingan bergengsi tinggi dan salah satu yang paling terasa adalah pertemuan dari negara Britania yakni Inggris kontra Wales. Alhasil, Kepolisian Inggris berencana untuk bisa memberikan dukungan penuh kepada kepolisian Prancis dalam menjaga situasi dan keamanan dalam pertandingan kedua tim.

Besar harapan dari pihak Inggris agar bisa menjadi penerjemah kultur hingga bisa menghindarkan tindakan kekerasan terhadap suporter yang mabuk dan kasar hingga potensi masalah yang lebih rumit bisa dicegah.

Berdasarkan apa yang sudah terjadi sebelumnya dan terus menjadi bayang-bayang kerusuhan antara suporter dan otoritas keamanan di Piala Dunia 1998. Beberapa media memberikan pernyataan jika potensi kehebohan akan terjadi pada duel antara Inggris dan Wales di kota Lens.

Selaku dari pihak pelaksana Euro 2016, Prancis sendiri telah mengeluarkan peringatan pada fans Inggris dan Wales yang tidak memiliki tiket agar tidak mengunjungi Lens dan larangan alkohol di pusat kota bakal diberlakukan selama 24 jam di hari sebelum pertandingan di mulai.

Dengan jatah yang sudah diatur, Inggris dan Wales sama-sama mendapat sembilan ribu jatah tiket pada pertandingan tersebut. Namun, sampai sejauh ini telah tercatat lebih dari 20 ribu pemesan dari berbagai pelosok Inggris.

Lebih dari 1,841 fans Inggris dan 86 fans Wales yang dilarang datang ke Prancis mulai 31 Mei hingga 11 Juli dan mereka diwajibkan harus mentaati semua peraturan yang ada dan diwajibkan menyerahkan paspor pada pihak kepolisian Prancis.

Terhitung dari 9 Juni mendatang, pihak Kepolisian Prancis sudah melakukan patroli ke setiap tempat camp dari berbagai negara peserta Euro dan langkah ini diambil sebagai bentuk dalam mengantisipasi serangan apa pun. Termasuk yang utama adalah serangan teror bom yang selama ini menjadi masalah nomor satu bagi negara yang ada di dunia ini.

Surat Dari Suriah Bikin Rosicky Optimis Jalani Euro 2016

Pemain tengah yang sudah lama merumput di liga Primer Inggris bersama Arsenal, Thomas Rosicky beloh saja mengakhiri masa bakti nya sebagai pemain sepakbola profesional. Namun cedera yang terus membayanginya selama dua musim terakhir ini akan menjadi akhir penutup yang kurang indah.

Pasalnya, Rosicky belum pernah sekalipun bermain di pentas liga Inggris bersama The Gunner di sepanjang musim 2015/16 kemarin. Tercatat di musim kemarin, sang pemain sudah menjadi bagian Arsenal selama lebih dari sepuluh tahun.

Akan tetapi, gelandang berusia 35 tahun itu masih memiliki satu misi besar yang ingin dia tuntaskan di usia tua nya. Dimana Rosicky mencoba untuk bermain maksimal bersama Republik Ceko di Euro 2016 bulan Juni mendatang.

Adapun semangat Rosicky semakin tinggi untuk mewujudkan target itu setelah membaca sebuah surat yang dikirim oleh seorang fans dari kamp pengungsian di Suriah. Kisah ini langsung mendapatkan tanggapan positif dari berbagai publik, termasuk dari berbagai media sosial yang memberikan semangat pula kepada sang pemain agar bisa tampil baik di turnamen empat tahunan tersebut.

“Ketika seorang pemain mendapatkan cedera parah dan merasakan ini adalah akhir dari segala nya. Mungkin ini lah yang saya rasakan bersama Arsenal. Cedera ini sangat mengganggus saya, banyak harapan hilang dari sini,” ungkap Rosicky

“Berjalan nya waktu, saya mulai mendapatkan banyak pesan, bukan hanya dari rekan setim tetapi juga dari orang-orang di seluruh dunia, menceritakan bahwa kisah saya adalah inspirasi bagi mereka,”

“Yang bikin saya terharu adalah ketika seorang bocah di kamp pengungsian Suriah mengirim surat kepada saya bahwa satu-satunya harapan baginya adalah melihat saya kembali bermain,”

“Tersadar dan hati saya tersentuh. Saya melihat betapa sepakbola bisa begitu berarti. Saya langsung terbangun dan surat ini menunjukkan betapa berharga nya kebakitan pemain dalam masa keterburukan. Ini menjelaskan bahwa saya harus terus berjuang sampai waktu yang menentukan segalanya.” kata penutup Rosicky.

Disamping itu, Rosicky juga menjelaskan tentang peluang dirinya dalam skuat timnas Republik Ceko di putaran final Euro 2016 dan begitu juga peluang negara nya dalam menapaki babak fase Grup nanti.

“Saya akan selalu menatap kedepan dan optimis jika saya belum habis,”

“Negara saya berada di grup sulit. Namun saya senang berada disana dan saya mungkin adalah satu-satunya pemain yang kecewa karena seharusnya kami berada di grup yang lebih sulit lagi,”

“Selama saya menjalani karir di timnas, saya melihat tim ini akan bermain lebih baik jika melawan tim-tim kuat. Bermain di Euro akan menjadi puncak karir bagi sebagian di antara rekan saya.” kata penambah Rosicky.

Pintu Terbuka Lebar Untuk Jorginho Tampil Di Euro 2016

Timnas Italia sedang mengalami dilema besar terkait dengan beberapa pemain nya yang sedang dilanda masa kebugaran. Ini bisa kita liat dari beberapa pemain mereka seperti Thiago Motta dan Riccardo Montolivo yang saat ini masih diragukan kondisi staminanya. Lantas keraguan ini bisa jadi jalan bagi Jorginho untuk memberikan kontribusi pada Gli Azzurri.

Kedua bintang klub besar Prancis dan Serie A Italia tersebut datang ke camp Azzurri dengan masalah pada betis hingga harus menjalani sejumlah program rehabilitasi. Tidak sampai disitu, tim dokter tim juga belum mau memberikan kepastian perihal status kedua pemain itu dan kapan mereka akan kembali ke atas lapangan hijau.

Sampai sejauh ini tahan awal masih tim dokter lakukan macam melihat kondisi mereka dan akan segera dievaluasi lagi di akhir minggu ini. Alhasil nama Jorginho muncul sebagai kandidat kuat dalam mengisi kekosongan lini tengah Italia.

Sosok pria berusia 24 ini bahkan sudah menjalani sesi latihan penuh bersama tim nasional dan sama sekali tidak terlihat gugup atau merasakan tekanan yang berlebih.

“Saya akan selalu percaya diri dalam menentukan nasib saya sendiri, disamping itu saya tetap mendoakan agar dua senior saya bisa kembali dalam timnas Italia. Saya ingin mereka terus bersaing dalam memperebutkan temoat utama disini,” ungkap Jurginho.

“Siapa sangka jika saya masih berada di dalam skuat bayangan Italia. Semoga ini menjadi awal baik saya dalam meningkatkan level bermain saya sebagai seorang profesional,”

“Jika saya tidak jadi terbang ke Prancis, saya akan tetap merasa senang dan pengelaman ini akan selalu saya kenang. Italia merupakan tim yang bagus dari segi karakter dan kualitas. Saya yakin tim ini akan membuat kejutan di Euro 2016 nanti.” tutupnya.

Jorginho sendiri merupakan pemain muda dengan kualitas skill diatas rata-rata pemain lain, oleh karena itu sangat wajar jika nama nya sampai sekarang ini masih menjadi pilihan bayangan skuat garapan Antonio Conte.

Zlatan Ibrahimovic Selangkah Lebih Dekat Menuju Manchester United

Pendukung Manchester United nampak nya sudah tidak sabar untuk menanti kedatang penyerang baru mereka di musim depan. Harapan fans Setan Merah bukan tanpa alasan, pasal nya kabar terbaru ini menyatakan bahwa penyerang Paris Saint Germain, Zlatan Ibrahimovic selangkah lebih dekat menuju Old Trafford.

Sudah menjadi berita panas dalam beberapa pekan terakhir ini, usai sang pemain tidak mau memberikan kepastian kemana dia akan bermain di musim depan. Kali ini berita baru mengenai Ibrahimovic kembali muncul kepermukaan. Dan berita kali ini membuat para publik Inggris bisa tersenyum lebar, terlebih khusus publik Manchester.

Diketahui jika Ibrahimovic sendiri saat ini tengah berstatus sebagai free agent setelah dia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di PSG yang habis pada musim panas ini.

Menjadi spekulasi yang besar kemana Ibrahimovic akan pergi dan beberapa klub besar Eropa macam Juventus, AC Milan, Chelsea, Arsenal dan Bayern Munchen disebutkan siap memberikan tawaran besar kepada sang pemain. Namun sayang, Ibrahimovic tetap pada pendirian nya untuk tetap terbang ke Manchester United di musim baru nanti.

Sebelum nya Ibrahimovic sempat membuat kecewa pendukung Setan Merah usai dikabarkan tidak mau merapat ke Old Trafford.

Namun lambat hari, Ibrahimovic berubah pikiran dan dikabarkan sudah mengubah niatnya. Menurut informasi yang diturunkan harian L’Equipe, sang pemain akhirnya bersedia mengenakan jersey Setan Merah musim depan setelah klub yang berbasis kota Manchester tersebut resmi menggeser Louis van Gaal dari kursi kepelatihan mereka.

Bukan itu saja, isu kedatangan Jose Mourinho ke skuat kepelatihan Manchester United musim depan menjadi salah satu alasan Ibrahimovic mau menerima tawaran kontrak dari klub asal Inggris tersebut.

Adapun syarat dari kapten Timnas Swedia ini meminta agar proses transfernya segera dituntaskan oleh manajemen United sebelum Euro 2016 berlangsung. Hal ini dikarenakan Ibrahimovic ingin berkonsentrasi penuh pada turnamen Euro 2016 mendatang, terlebih lagi mantan pemain Barcelona ini sudah mengindikasikan akan segera gantung sepatu dari Timnas Swedia.

Dani Alves Tanpa Ragu Ejek Legenda Brasil

Nama besar Barcelona sudah tidak bisa kita ragukan lagi, skuat pemain mereka yang diisi oleh banyak pemain terbaik sudah menjadi daya tarik yang besar bagi pencinta sepakbola di dunia saat ini.

Lantas berita menarik seputar punggawa Barcelona sering kali terungkap dan yang terbaru ini datang adalah dari pemain belakang mereka, Dani Alves yang dikenal sebagai sosok pesepakbola yang gemar melakukan candaan kepada rekan setimnya. Baik di level klub maupun saat bermain untuk timnas Brasil, dia seriang melakukan kejahilan.

Sampai pada waktu nya sang pemain tidak ragu untuk melakukan usilan nya kepada legenda asal Brasil, Pele. Hal ini kita bisa lihat bersama dalam sebuah video yang dia posting lewat akun instagram nya.

Terlihat jika Alves tidak segan untuk ‘mengejek’ Pele setelah dia melewati catatan sang legenda. Dua gelar yang ida raih musim ini bersama Barcelona menjadikan Alves sebagai pemain Brasil dengan koleksi trofi terbanyak, 30 trofi. Dimana jumlah tersebut memiliki catatan satu trofi lebih banyak dari Pele.

Gelar Dani Alves

Di postingan video tersebut, Alves langsung menegaskan bahwa video tersebut adalah candaan saja kepada Pele karena dia telah berjanji kepada teman-temannya untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya, video tersebut adalah sebuah nazar apabila dia benar-benar melewati catatan Pele. Hasil nya pun menjadi kenyataan, dimana doa Alves selalu menekan kan jika suatu hari nanti dia akan bisa melewati raihan gelar Pele.

“Pele, anda memang raja sepakbola, anda adalah raja dari segala raja di dunia sepakbola, tapi saya memiliki lebih banyak trofi dibandingkan anda. Cukup menyenangkan dan membuat saya bahagia!” Inilah bunyi salah satu perkataan Dani Alves dalam video yang diposting dan banyak dilihat oleh penggemar Barcelona.

Sementara itu, Barcelona baru saja menggenapkan raihan gelar La Liga Spanyol dengan Piala Copa Del Rey di akhir musim 2015/16 kemarin. Catatan ini jelas menjadikan Barcelona sebagai klub terbaik kedua setelah Madrid yang sukses lebih unggul sedikit dalam meraih gelar tertinggi di Liga Spanyol.

Negoisasi Saham Inter Milan Dengan Pengusaha Tiongkok Mendekati Babak Akhir

Publik Italia saat ini sedang diselimuti tanda tanya yang besar. Hal ini bukan lain karena pihak Inter Milan yang ingin kembali mencoba melakukan penjualan terhadap kepemilikan saham klub. Dimana yang paling gencar saat ini adalah negoisasi pihak petinggi Inter Milan dengan pengusaha asal Tiongkok.

Adapun negosiasi akuisisi saham minoritas FC Internazionale sebesar 20 persen dari konsorsium Tiongkok terus berlanjut. Namun disebutkan bahwa negosiasi sudah mendekati tahap akhir. Dimana kedua belah pihak akan mengakhiri status kerja sama nya akan berjalan atau tidak.

Selaku dari mantan presiden dan pemilik saham mayoritas La Beneamata, Massimo Moratti ikut angkat bicara dan Dia mengatakan bakal ada beberapa berita penting terkait hal ini dalam waktu dekat. Bukan itu saja, Moratti juga mendukung penuh semua langkah-langkah positif yang diambil oleh Erick Thohir, menurut Moratti Inter Milan saat ini sangat membutuhkan dukungan besar jika ingin kembali sebagai tim terbaik dunia.

“Saya menegaskan bahwa dalam waktu dekat mungkin akan ada kabar terbaru, terkait akuisisi saham Inter. Kita tunggu saja dan berdoa semoga semua ini menjadi awal yang baik,” terang Moratti kepada media.

“Sampai saat ini hanya orang-orang dalam yang mengetahuinya. Lantas apakah saya juga akan kembali jadi presiden? Saya bisa mengesampingkan isu tersebut. Mari kita memfokuskan nya kepada kemajuan tim ini saja,” tutupnya.

Sebagai bahan penambah, jika maksud dan tujuan Inter Milan dalam penjualan saham minoritas I Nerazzurri ini sendiri dimaksudkan untuk makin menguatkan sektor ekonomi mereka.

Seperti yang kita ketahui bersama jika Inter Milan sudah tertinggal jauh dari klub-klub besar Eropa lain nya macam Juventus, Arsenal, Barcelona, Real Madrid dan AC Milan.

Sime Vrsaljko Masuk Daftar Beli Dua Klub Eropa

Sudah menjadi berita panas terkait perburuan pemain di bursa transfer musim panas mendatang. Yang terbaru ini datang dari dua klub besar Eropa, usai melihat performa gemilang bek kanan andalan Sassuolo, Sime Vrsaljko. Alhasil sang pemain menjadi yang teratas dari urutan sepuluh besar pemain yang akan menjadi rebutan klub-klub besar dunia.

Terbukti, terdapat begitu banyak klub yang menginginkan jasa pemain internasional Kroasia tersebut. AC Milan, FC Internazionale, Juventus, hingga Manchester City dan Manchester United. Bahkan datang dari luar Eropa macam LA Galaxy dan klub besar asal Tiongkok dikabarkan terus mendekatinya agar sang pemain mau angkat koper dari klub nya.

Namun berjalan nya waktu, beberapa media asal Italia lebih menekankan bahwa sang pemain lebih menjadi pusat perhatian dua klub elite Eropa macam Napoli dan Atletico Madrid. Kedua tim ini dikabarkan sudah mengajukan penawaran kepada pihak klub sang pemain.

Harga kisaran 12 juta euri hingga 20 juta euro plus bonus pemain, siap mereka tawarkan untuk dapatkan pemain yang masih berusia 24 tahun tersebut. Melihat dari harga tersebut, bukan menjadi masalah jika Sassuolo akan benar-benar melepas Vrsaljko di musim depan.

Namun sayangnya, Sassuolo diyakini tetap pada pendirian dengan buy out cluse yang mereka pasang pada Vrsaljko, sebesar 25 juta euro. Meski begitu, Napoli dan Atletico dilaporkan siap lempar tawaran lebih besar serta bonus besar pula untuk kedua belah pihak.

Jika benar salah satu klub tersebut mendapatkan jasa sang pemain, bukan hal yang mustahil jika mereka akan menjadi klub yang kuat di lini belakang. Pasalnya Vrsaljko memiliki catatan yang baik dalam menjaga barisan pertahan tim nya. Dia juga dikenal dengan sosok pemain belakang yang disiplin, terlebih sang pemain menjadi andalan bagi timnas Kroasia di turnamen Euro 2016 mendatang.

Luigi Delneri Resmi Angkat Kaki Dari Hellas Verona

Kegagalan Hellas Verona bertahan di liga tertinggi Italia, Serie A musim depan membuat manajemen klub memutuskan untuk membebas tugaskan sang pelatih Luigi Delneri baru ini. Keputusan ini menjadi yang terbaru dalam sejarah perjalanan Hellas Verona di kompetisi Serie A.

Delneri tercatat baru saja menggantikan Andrea Mandorlini pada awal Desember lalu. Namun sayang, di bawah arahan mantan pelatih Juventus ini. Verona tetap terpuruk sebelum mengakhiri musim di juru kunci Serie A Italia alias harus turun kasta ke Serie B bersama Carpi dan Frosinone di musim 2016/17 mendatang.

“Kami tidak pernah beranggapan buruk dengan Luigi dan kedatangan nya ke klub ini merupakan hal yang kami banggakan. Jejak karir nya sebagai pelatih sudah mendunia. Namun takdir berkata lain,” ungkap pernyataan resmi dari klub Hellas Verona di akun resmi mereka.

“Dengan rasa berat hati, kami sebagai klub Verona dan segenap pengurus klub ingin berterima kasih secara personal maupun profesional kepada Luigi Delneri dan stafnya atas segala upaya mereka di musim ini,”

“Dengan kesepakatan akhir, klub dan pelatih memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan profesional ini. Klub mengharapkan masa depan yang baik untuk Luigi di masa yang akan datang,” demikian kata penutup dari Hellas Verona.

Perjalanan Hellas Verona di musim 2015/16 kemarin tidak memiliki masa depan yang baik, terbukti sejak pertandingan memasuki laga keenam Liga. Hellas Verona sudah menduduki posisi terbawah klasemen dengan raihan 28 poin dan tertinggal 11 poin dari zona aman. Berlaga nya Hellas Verona di kasta kedua liga Italia ini sekaligus menandakan masa bakti Luca Toni di dunia sepakbola profesional.

Mantan pemain timnas Italia ini memutuskan gantung sepatu di usia nya yang menginjak 38 tahun.

Masalah AC Milan Akan Sulit Dipecahkan

Serie A Italia musim 2015/16 telah menghadirkan sejuta cerita sepanjang musim nya. Beberapa klub besar yang ada seakan tidak bisa keluar dari zona buruk mereka yang selama beberapa tahun terakhir ini terus membayanginya.

Hal ini kita bisa lihat dari kubu AC Milan, selama hampir lebih tiga musim tim ini tidak bisa memberikan perubahan dalam sektor apa pun. Permainan serta kondisi dalam manajemen mereka dianggap menjadi alasa utama mengapa mereka sangat sulit untuk berkembang.

Walaupun di musim ini sukses melaju hingga ke partai final Coppa Italia. Namun tetap saja, banyak publik serta kalangan pengamat sepakbola dunia sekalipun menganggap jika musim AC Milan tetap tak bisa dibilang baik, hanya terkesan beruntung dan biasa-biasa saja.

Telah diketahui bersama jika mereka kembali terpuruk di Serie A Italia, dengan menempati peringkat ketujuh klasemen akhir.

Lantas hujatan serta kritikan datang menghampiri kubu Milan. Termasuk dari mantan bek Milan, Adil Rami yang mengakui tidak mengerti mengapa I Rossonerri yang punya sejarah besar bisa seburuk itu. Pemain yang kini membela Sevilla juga berkomentar soal mantan pelatihnya di AC Milan terdahulu, Filippo Inzaghi.

“Melalui lubuk hati saya yang paling dalam, saya tidak bisa memahami alasan di balik krisis besar yang tengah dialami Milan. Mereka punya sejarah luar biasa dan harusnya bermain di Liga Champions setiap musim,” ungkapan prihatin yang keluar dari mulut Rami.

“Melihat ketika saya bergabung dengan tim ini, secara mengejutkan sang pelatih Filippo Inzaghi tidak memberikan level kenyamanan yang saya butuhkan. Sekarang, saya sudah berada di Sevilla dan saya menerima banyak sanjungan serta merayakan raihan trofi bergengsi berlevel Liga Europa,”

“Terlepas dari itu semua, saya punya rasa hormat yang besar pada para pemain yang masih bertahan di sana. Saya juga ingin mengirim salam peluk untuk sahabat saya, Philippe Mexes yang selalu memberikan dukungan kepada saya. Terlebih dirinya adalah teman seperjuangan saya ketika membela Prancis.” tutupnya.